CETIK (ROADSHOW) PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL 2021/2022
Bandar Lampung, 29 Juni 2024 – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Bandar Lampung sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Roadshow Cetik, yang merupakan bagian dari mata kuliah Sejarah Budaya Lampung dan Pengembangan Media, Materi, serta Sumber Belajar Bahasa Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam bidang seni, khususnya seni musik dan tari tradisional Lampung.






Pelaksanaan KegiatanRoadshow ini diselenggarakan di tiga sekolah dasar di Bandar Lampung, yaitu:
- SDN 3 Gulak Galik – 25 Juni 2024
- SDN 1 Langkapura – 27 Juni 2024
- SDN 2 Rawalaut – 29 Juni 2024
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ketua STKIP PGRI Bandar Lampung, pengawas sekolah, serta kepala sekolah setempat. Adapun susunan acara dalam roadshow ini meliputi:
- Persembahan Tari Sigeh Pangunten
- Persembahan Tari Melinting
- Pementasan Musik dan Lagu Daerah Lampung dengan iringan gamolan cetik
Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari peserta, termasuk siswa, dewan guru, serta orang tua murid yang hadir.
Tujuan Kegiatan
- Menyalurkan bakat dan kreativitas mahasiswa PGSD
- Melatih mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif
- Melestarikan nilai-nilai budaya Lampung
Kesimpulan Road
show Cetik yang dilaksanakan oleh mahasiswa PGSD STKIP PGRI Bandar Lampung telah berjalan dengan sukses. Mahasiswa mampu mengaplikasikan materi perkuliahan dalam bentuk kegiatan nyata, sekaligus memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal Lampung kepada generasi muda. Antusiasme yang tinggi dari peserta dan masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif, baik dalam bidang akademik maupun pelestarian budaya.
Saran
- Untuk meningkatkan kualitas kegiatan serupa di masa mendatang, beberapa saran yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Memperluas cakupan roadshow ke lebih banyak sekolah untuk memperkenalkan seni budaya Lampung secara lebih luas.
- Melibatkan lebih banyak pihak, seperti komunitas seni atau instansi budaya, guna memperkaya pengalaman dan wawasan mahasiswa.
- Menyediakan program pelatihan lanjutan bagi mahasiswa agar semakin terampil dalam memainkan alat musik cetik dan tarian tradisional.
- Mengoptimalkan dokumentasi kegiatan agar dapat dijadikan referensi untuk kegiatan akademik berikutnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa PGSD tidak hanya memiliki wawasan akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan nyata dalam bidang seni budaya, serta semangat untuk terus melestarikan warisan budaya daerah.