Roadshow Pewarisan Budaya Lampung Melalui Cipta Seni Wayang Kreasi
Bandar Lampung, 30 Juni 2024 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Bandar Lampung telah sukses menggelar Roadshow bertajuk “Pewarisan Budaya Lokal Lampung melalui Cipta Seni sebagai Perekat Kebhinekaan” di beberapa sekolah dasar di Bandar Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Sejarah Budaya Lampung serta mata kuliah Pengembangan Materi, Media, dan Sumber Belajar. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan dan melestarikan wayang kulit khas Lampung kepada generasi muda serta mengasah keterampilan mahasiswa dalam seni pertunjukan budaya.
Kegiatan roadshow ini dilaksanakan pada tiga lokasi berbeda, yaitu:
- SDN 3 Gulak Galik pada tanggal 25 Juni 2024
- SDN 1 Langkapura pada tanggal 27 Juni 2024
- SDN 1 Rawa Laut pada tanggal 29 Juni 2024
1. SDN 3 Gulak Galik












2. SDN 1 Langkapura






3. SDN 1 Rawa Laut









Setiap pertunjukan dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Ketua STKIP PGRI Bandar Lampung, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, serta kepala sekolah masing-masing. Pementasan wayang kulit khas Lampung ini diiringi oleh musik tradisional gamolan cetik, yang semakin memperkuat nuansa budaya lokal.
Tujuan Kegiatan:
- Menyalurkan bakat dan kreativitas mahasiswa PGSD dalam seni budaya.
- Melatih mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif.
- Mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam mendidik generasi muda melalui seni pertunjukan.
- Melestarikan nilai-nilai budaya Lampung melalui pertunjukan yang menarik dan edukatif.
Jalannya Kegiatan:
Mahasiswa PGSD STKIP PGRI Bandar Lampung menampilkan berbagai kisah pewayangan khas Lampung yang dikemas secara menarik agar dapat dinikmati oleh siswa sekolah dasar. Para peserta, termasuk murid-murid, guru, dan orang tua, menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pementasan berlangsung. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung sebagai langkah nyata dalam menjaga dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Kesimpulan dan Saran:
Kegiatan roadshow ini berhasil memperkenalkan wayang kulit khas Lampung kepada anak-anak sekolah dasar serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam seni pertunjukan. Kendati menghadapi tantangan dalam aspek teknis dan persiapan, acara tetap berjalan dengan baik berkat kerja sama tim yang solid.
Sebagai evaluasi, disarankan agar ke depan, perencanaan dan koordinasi lebih ditingkatkan, terutama dalam hal komunikasi dengan sekolah dan persiapan teknis pertunjukan. Selain itu, perlu adanya dukungan lebih lanjut dari pihak kampus dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan kegiatan ini ke lebih banyak sekolah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin mencintai budaya lokal dan mampu menjadikan seni pertunjukan sebagai salah satu metode edukatif yang menyenangkan dan inspiratif bagi dunia pendidikan.